12 Januari, 2009

FAIRY RING Dari Dongeng untuk Pengetahuan

Pada malam hari,para peri keluar dari tempat persembunyiannya. Kemudian mereka berdiri membentuk lingkaran dan menari-nari. Keesokan paginya, jamur-jamur tumbuh tepat di lingkaran tempat para peri menari. Jamur-jamur yang melingkar itu dinamakan fairy ring atau lingkaran peri.

Bukan Hanya Dongeng
Sebenarnya, kisah para peri di atas hanyalah sebuah dongeng. Namun memang ada jenis jamur tertentu yang tumbuh membentuk lingkaran atau setengah lingkaran. Salah satunya adalah jenis Marasmius oreades.
Lingkaran peri biasanya ditemukan di tanah berumput. Misalnya, di hutan, lapangan golf dan di rumput pekarangan rumah.

Jamur Beracun
Lingkaran peri memang kejadian alam yang unik, terbentuk secara alamiah. Penyebabnya adalah adanya pertumbuhan miselium (kumpulan benang-benang sel jamur) di zat-zat organik di dalam tanah.
Jamur-jamur indah yang tumbuh di atas tanah itu adalah tubuh buah yang berumur pendek. Tapi miseliumnya di dalam tanah sanggup hidup bertahun-tahun lamanya.
Oiya, jamur-jamur yang membentuk lingkaran peri itu ada yang beracun, lho!... Karena itu, tanah-tanah berumput harus rajin dibersihkan agar jamur-jamur itu tidak tumbuh dengan subur. Bahaya kan, kalo ada orang yang tidak tahu dan memakannya!...

Lingkarannya... luaaas!...
Lingkaran peri terjadi setiap tahun, pada musim semi atau musim panas. Luas lingkaran peri semakin melebar setiap tahun. Lingkaran peri rata-rata berdiameter 2 meter. Tapi ada juga yang mencapai45 meter. Dan biasanya dapat bertambah lebar sekitar 0,5 meter pertahunnya.
Wah, ternyata sebuah dongeng bisa jadi pengetahuan juga, ya. Mmm, siapa tahu kamu juga tertarik untuk menyelidiki pengetahuan lain yang berasal dari dongeng!

[+/-]Selengkapnya...

11 Januari, 2009

Jepang Kloning Sapi Legendaris Sebelum Mammoth

TOKYO, JUMAT — Memasuki Tahun Sapi (Year of Ox) di awal tahun 2009 ini, para ilmuwan Jepang mengumumkan kesuksesannya mengkloning sapi legendaris khas Jepang. Keberhasilan tersebut tidak sekadar prestasi baru penelitian bioteknologi di Jepang, tetapi membuka kesempatan untuk menyediakan stok pangan berkualitas yang terjamin di masa depan.

Jenis sapi yang berhasil dikloning adalah Hida-gyu yang merupakan sapi khas Prefektur Gifu, bagian tengah Jepang. Para peneliti dari Universitas Kinki dan lembaga riset peternakan Gifu berhasil menghasilkan empat ekor sapi kloning antara November 2007 dan Juli 2008. Namun, hanya dua ekor yang bertahan hidup sampai sekarang.

Keempat sapi kloning tersebut dikembangbiakkan dari sel testikel seekor sapi legendaris yang diberi nama Yasufuku yang merupakan cikal bakal sapi Hida-gyu. Testikel tersebut telah dibekukan selama 13 tahun sejak kematiannya.

Keberhasilan kloning sapi Hidqa-gyu ini menjanjikan dunia peternakan Jepang karena jenis sapi tersebut dikenal berkualitas tinggi dan berharga mahal. Pemerintah Jepang telah membentuk panel untuk menilai kelayakan daging kloning untuk konsumsi dan kelihatannya segera mengizinkannya seperti yang dilakukan Pemerintah AS dan negara-negara Eropa.

Namun, para peneliti mengatakan, tujuan utama riset saat ini adalah mempelajari jenis gen dan struktur protein yang membuat daging sapi Hida-gyu lebih lezat. Perlakukan terhadap sapi Hida-gyu memang terkenal unik karena sering kali peternak memberikan makanan sampanye dan secara rutin memijatnya.

Selain meneliti kualitas daging sapi, para ilmuwan Jepang juga menjadikannya batu loncatan sebelum menggapai ambisinya mengkloning hewan-hewan yang telah punah. Antara lain mammoth, sejenis gajah yang hidup di zaman es.

"Mimpi kami menciptakan mammoth, itulah mimpi besarnya," ujar Kazuhiro Saeki, profesor di Universitas Kinki seperti dilansir AFP. Saat ini para peneliti telah menemukan sumber sel mammoth dari Siberia. Namun, mereka belum berhasil menemukan cara mengekstrak dan menanam inti sel mammoth ke dalam sel telur gajah yang merupakan hewan paling dekat kekerabatannya sebelum menaruhnya ke dalam rahim gajah betina.

[+/-]Selengkapnya...

10 November, 2008

Karbon Dioksida Selimut Penghangat Bumi

Jika tidak ada gas karbon dioksida, Planet Bumi membeku kedinginan. Tapi kalau kebanyakan gas karbon dioksida, Planet Bumi jadi kepanasan. Wah, wah, wah, sebenarnya siapa sih karbon dioksida di Planet Bumi ini? Kok dia bisa membuat Planet Bumi panas dingin???

Ledakan dan Pusaran Gas
Bayangkan, lima milyar tahun yang lalu, ada ledakan bintang di galaksi kita. Bum… Bum… Gas-gas di dekat ledakan yang tadinya diam tenang, jadi berpusar. Pusaran gas lama-kelamaan bergumpal menjadi satu bintang bernama Matahari dan planet-planet yang mengitarinya. Ups, sebagian gas itu menjadi udara yang menyelimuti planet-planet. Sebagian lagi gas ini tersimpan di dalam perut planet-planet. Gas-gas itu adalah gas oksigen, nitrogen, air, metana dan karbon dioksida.

Planet Lain juga Punya
Wow, semua planet di tata surya punya gas karbon dioksida. Tapi jumlah gas karbon dioksida tiap planet berbeda-beda. Gas karbon dioksida di Planet Venus sangat banyak sehingga udara Planet Venus jadi panas sekali. Anehnya, Planet Bumi punya gas karbon dioksida dalam jumlah yang sangat tepat.

Selimut Hangat Bumi
Seandainya Planet Bumi tidak punya gas karbon dioksida, suhu Planet Bumi dapat berkisar -19 derajat Celcius. Bbrrrr… dinginnya membekukan tulang. Seperti tinggal di kutub utara atau di dalam freezer. Hmm, gas karbon dioksida seolah-olah jadi selimut penghangat Bumi. Planet Bumi pun jadi tempat yang hangat dan nyaman untuk dihuni makhluk hidup.
Ssst, sebenarnya gas yang menghangatkan Planet Bumi bukan hanya gas karbon dioksida. Air dan metana di udara juga berfungsi menghangatkan Planet Bumi, lho.

Gas Rumah Kaca
Hmm, kamu tahu kan rumah kaca? Suhu rumah kaca selalu hangat karena kaca menahan panas sinar matahari di dalam rumah kaca. Atau pernahkah kamu merasa gerah saat langit mendung? Yups, rasa gerah itu disebabkan air di udara menahan panas sinar matahari. Nah, karena sifat gas karbon dioksida, metana dan uap air menahan panas sinar matahari, maka gas-gas itu dinamai Gas Rumah Kaca. Dan suhu panas yang ditimbulkan oleh Gas Rumah Kaca disebut Efek Rumah Kaca.
Dibandingkan gas rumah kaca lainnya, jumlah gas metana paling sedikit. Tidak lebih dari 2 ppm. Artinya, hanya ada 2 molekul gas metana di antara sejuta molekul udara. Gas karbon dioksida di udara Bumi sebanyak 280 ppm. Sedangkan jumlah uap air selalu berubah. Bisa seratus kali lebih banyak dibandingkan jumlah gas karbon dioksida. Ssst, tapi uap air punya sifat unik, lho. Saat jumlah uap air banyak, uap air jadi hujan. Planet Bumi pun jadi dingin kembali, deh.

Tidak Berbahaya
Sejak Planet Bumi lahir, jumlah gas karbon dioksida mengalami naik turun. Karena lautan, daratan dan tanaman di Planet Bumi menyerap gas karbon dioksida.
Naik turunnya jumlah gas karbon dioksida di Planet Bumi juga disebabkan oleh letusan gunung berapi dan gempa bumi. Uhuk, uhuk… waktu gunung berapi batuk atau permukaan kulit Bumi sobek, gas karbn dioksida yang tersimpan dalam perut Bumi dimuntahkan ke udara!
Ssst, tapi anehnya, zaman dulu gas karbon dioksida di Bumi tidak pernah kebanyakan, lho. Gas karbon dioksida itu tidak menyebabkan keadaan Planet Bumi jadi berbahaya.

[+/-]Selengkapnya...
 

buMi Qtaaa... © 2008. Design By: SkinCorner